Hasil Penelitian dan Uji Klinis untuk Pencegahan Influenza-Like Illness pada Jemaah Haji Indonesia

Indonesia tercatat sebagai pengirim jemaah Haji terbesar di dunia, sehingga sangat penting untuk memastikan kesehatan para jemaah haji. Mengingat perlunya kesiapan materi, fisik, serta potensi gangguan kesehatan agar tidak menghambat pelaksanaan ibadah selama di tanah suci, penting dilakukan upaya-upaya peningkatkan kualitas kesehatan jemaah haji.

Subdit Kesehatan Haji Direktorat Sepimkesma Ditjen PP–PL Departemen Kesehatan RI bekerjasama dengan Divisi Alergi Immunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, melakukan penelitian yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi risiko Influenza-Like Illness (ILI) pada jemaah haji Indonesia.


Penelitian dilakukan pada jemaah haji Indonesia tahun 2007/2008 (1428 H), melalui pemberian ekstrak Phyllanthus niruri (meniran) dan/atau multivitamin kepada jemaah selama menunaikan ibadah haji. ILI merupakan salah satu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang merupakan kasus dengan frekuensi tersering ditemukan pada jemaah haji Indonesia. Hasil penelitian dan uji klinis terhadap jemaah haji Indonesia ini dipaparkan di Jakarta, Senin 30 Maret 2009.

“Dari penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pemberian Phyllanthus niruri dapat mengurangi risiko ILI pada jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji.” ujar DR. Masdalina Pane, SKM, MKes, dari Subdirektorat Kesehatan Haji, Direktorat Sepimkesma Ditjen PP–PL Departemen Kesehatan Republik Indonesia. ILI merupakan salah satu ISPA yang dapat mengganggu aktifitas jemaah selama beribadah di Tanah Suci, terutama karena individu yang menderita ILI mengalami demam dan rasa lelah yang berlebihan.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 410 jemaah haji, laki-laki dan perempuan, usia 18-65 tahun yang secara klinis dinilai sehat oleh tim kesehatan haji (tidak memiliki penyakit kronis atau menderita penyakit kronis tetapi dalam kondisi stabil). Dosis dua kali sehari diminumkann untuk kapsul Phyllanthus niruri 50 mg dan sekali sehari untuk tablet multivitamin, selama 40 hari, sejak seminggu sebelum berangkat dari Tanah Air dan selama perjalanan ibadah haji. Selama mengikuti penelitian, subjek tidak diperkenankan meminum suplemen lainnya yang digunakan di luar penelitian.

“Pemberian ekstrak Phyllanthus niruri tunggal atau dengan kombinasi multivitamin dapat mengurangi insiden ILI masing-masing sebesar 17.35% dan 36.2% lebih rendah dibandingkan dengan insiden ILI pada kelompok yang hanya diberikan multivitamin tunggal” jelas dr.Iris Rengganis, SpPD,KAI, dari Divisi Alergi-Immunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI /RSCM, salah satu peneliti yang melakukan uji klinis terhadap jemaah haji.

PT Dexa Medica mendukung penelitian ini sebagai salah satu upaya membantu peran pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman herbal asli Indonesia, Meniran. Sebagai pembawa kuota haji terbesar, faktor kesehatan jemaah menjadi perhatian khusus, agar persiapan fisik (sejak awal pendaftaran, proses manasik hingga pemberangkatan) dan materi (biaya) tidak akan menjadi sia-sia, hanya karena jemaah jatuh sakit selama beribadah di Tanah Suci.

Jemaah haji Indonesia umumnya berusia sekitar 20 hingga 60 tahunan, bahkan sebagian besar di usia 40 hingga 50-an tahun. Mengingat usia ini rentan daya tahan tubuh menurun, maka agar ibadah haji lancar dan tidak terganggu karena sakit, perlu usaha agar tubuh tetap sehat sebelum hingga ibadah selesai. Salah satunya dapat dilakukan dengan mengkonsumsi STIMUNO® secara teratur.

STIMUNO®, produk herbal yang diproduksi oleh PT Dexa Medica, merupakan ekstrak meniran yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah sakit, serta berkhasiat mempercepat proses penyembuhan apabila jatuh sakit. STIMUNO® telah teruji klinis (sekitar 15 kali uji klinis) dan telah mendapatkan sertifikat Fitofarmaka dari BPOM.

Bahan dasar STIMUNO® dibudidayakan dengan teknologi modern mengikuti standar GAP (Good Agriculture Practices), dan diproses mengikuti standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). STIMUNO® tersedia dalam kemasan sirup 60 ml, dan 100 ml serta kemasan kapsul isi 10 untuk orang dewasa. STIMUNO® tersedia di apotek, toko obat, supermarket, minimarket, dan hypermarket di seluruh Indonesia. Corporate Communications Dexa Group.

Leave a Reply

ibu sakit stimuno
Stimuno hadir di Tabloid Bintang

Stimuno bersama Tabloid Bintang membawakan tips-tips supaya anak tidak tertular saat Ibu sakit. Terimakasih Ania dari Tabloid Bintang atas articlenya. Berikut kami share beberapa tips supaya anak tidak tertular saat Ibu sakit.

Saat virus flu...

stimuno jangan minum antibiotik
Jangan sedikit-sedikit antibiotik, perkuat sistem imun lebih baik

Studi yang dilakukan menunjukan bahwa 40 hingga 60 persen antibiotik digunakan untuk penyakit-penyakit yang tidak memerlukan nya (Nirmala Magazine.com, 2011) Padahal tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik dalam proses penyembuhannya, bahkan...

stimuno peduli asap
Stimuno Peduli Kabut Asap

Bencana kabut asap kembali terjadi di kota Pekanbaru, Jambi, Palembang dan Medan akibat kebakaran hutan dan lahan. Kabut asap yang sangat pekat mengganggu aktivitas warga dan bahkan membahayakan kesehatan penduduk. Anak anak dan orang dewasa rawan...